Selasa, 11 Desember 2012

ARTIKEL TAURAN

TAURAN ANTAR SISWA

        Perkelahian, atau yang sering disebut tawuran, sering terjadi di antara pelajar. Bahkan bukan “hanya” antar pelajar SMU, tapi juga sudah melanda sampai ke kampus-kampus. Ada yang mengatakan bahwa berkelahi adalah hal yang wajar pada remaja.
DAMPAK PERKELAHIAN PELAJAR

Jelas bahwa perkelahian pelajar ini merugikan banyak pihak. Paling tidak ada empat kategori dampak negatif dari perkelahian pelajar. Pertama, pelajar (dan keluarganya) yang terlibat perkelahian sendiri jelas mengalami dampak negatif pertama bila mengalami cedera atau bahkan tewas. Kedua, rusaknya fasilitas umum seperti bus, halte dan fasilitas lainnya, serta fasilitas pribadi seperti kaca toko dan kendaraan. Ketiga, terganggunya proses belajar di sekolah. Terakhir, mungkin adalah yang paling dikhawatirkan para pendidik, adalah berkurangnya penghargaan siswa terhadap toleransi, perdamaian dan nilai-nilai hidup orang lain. Para pelajar itu belajar bahwa kekerasan adalah cara yang paling efektif untuk memecahkan masalah mereka, dan karenanya memilih untuk melakukan apa saja agar tujuannya tercapai. Akibat yang terakhir ini jelas memiliki konsekuensi jangka panjang terhadap kelangsungan hidup bermasyarakat di Indonesia.

PANDANGAN UMUM TERHADAP PENYEBAB PERKELAHIAN PELAJAR
Sering dituduhkan, pelajar yang berkelahi berasal dari sekolah kejuruan, berasal dari keluarga dengan ekonomi yang lemah.Padahal penyebab perkelahian pelajar tidaklah sesederhana itu. Terutama di kota besar, masalahnya sedemikian kompleks,.Kenakalan remaja, dalam hal perkelahian, dapat digolongkan ke dalam 2 jenis delikuensi yaitu situasional dan sistematik. Pada delikuensi situasional, perkelahian terjadi karena adanya situasi yang “mengharuskan” mereka untuk berkelahi. Keharusan itu biasanya muncul akibat adanya kebutuhan untuk memecahkan masalah secara cepat. Sedangkan pada delikuensi sistematik, para remaja yang terlibat perkelahian itu berada di dalam suatu organisasi tertentu atau geng.

ILMU BUDAYA DASAR (1)


PENGARUH BUDAYA DALAM MENDORONG PEMBENTUKAN KINERJA

Pada umumnya jika suatu organisasi menerapkan budaya kuat maka itu akan mendorong terjadinya peningkatkan keefektian pada organisasi, menurut Stephen Robbins “ budaya yang kuat dicirikan oleh nilai inti dan organisasi yang dianut dengan kuat, diatur dengn baik, dan dirasakan bersama-sama secara luas.
Budaya organisasi merupakan hasil interaksi, diantaranya:
a.    Bias dan asumsi para pendirinya, dan
b.    Apa yang dipelajari oleh para anggota pertama organisasi, yang dikerjakan oleh para pendiri.
Jika ingin membuat perubahan budaya organisasi maka sebaiknya dilakukan atas dasar konsep “representasi” dan “aspiratif”  serta ditindak lanjuti dengan sosialisasi.
Para pegawai dapat lebih menerima perubahan budaya jika:

a.    Rektor keberhasilan organisasi tesb sebelumnya hanya sedang-sedang
b.    Para pegawai umumnya tidak puas, dan
c.    Citra pegawai pendiri dipertanyakan.
 
Dan fungsi budaya dalam kehidupan bermasyarakat:

a.    Penentu batas-batas menentukan yang benar dan salah, yang wajar dan tidak wajar, serta yang sopan dan yang tidak sopan .
b.    Instrumen untuk mempertahankan jati diri
c.    Penumbuhan komitmen sosiental dalam berbagai bidang kehidupan seperti dibidang politik, dan ekonomi.

ILMU BUDAYA DASAR (1)


PENGARUH BUDAYA DALAM MENDORONG PEMBENTUKAN KINERJA

Pada umumnya jika suatu organisasi menerapkan budaya kuat maka itu akan mendorong terjadinya peningkatkan keefektian pada organisasi, menurut Stephen Robbins “ budaya yang kuat dicirikan oleh nilai inti dan organisasi yang dianut dengan kuat, diatur dengn baik, dan dirasakan bersama-sama secara luas.
Budaya organisasi merupakan hasil interaksi, diantaranya:
a.    Bias dan asumsi para pendirinya, dan
b.    Apa yang dipelajari oleh para anggota pertama organisasi, yang dikerjakan oleh para pendiri.
Jika ingin membuat perubahan budaya organisasi maka sebaiknya dilakukan atas dasar konsep “representasi” dan “aspiratif”  serta ditindak lanjuti dengan sosialisasi.
Para pegawai dapat lebih menerima perubahan budaya jika:

a.    Rektor keberhasilan organisasi tesb sebelumnya hanya sedang-sedang
b.    Para pegawai umumnya tidak puas, dan
c.    Citra pegawai pendiri dipertanyakan.
 
Dan fungsi budaya dalam kehidupan bermasyarakat:

a.    Penentu batas-batas menentukan yang benar dan salah, yang wajar dan tidak wajar, serta yang sopan dan yang tidak sopan .
b.    Instrumen untuk mempertahankan jati diri
c.    Penumbuhan komitmen sosiental dalam berbagai bidang kehidupan seperti dibidang politik, dan ekonomi.

ILMU BUDAYA DASAR (8)


Pengaruh budaya perusahaan dan kepemimpinan terhadap ketertarikan kariawan

Pengertian budaya perusahaan atau budaya organisasi adalah sebagai nilai-nilai yang memampukan para anggota organisasi untuk mengerti peran mereka dan norma-norma dari organisasi. Sejumlah karakteristik penting yang terkait dengan budaya perusahaan:

1.     Perilaku reguler yang diamati, yang dipaham sebagai bahasa, terminologi dan ritual yang telah terbiasa digunakan.
2.    Norma-norma yang dicerminkan dengan hal-hal seperti sejumlah pekerjaan yang harus diselesaikan dan tingkat kerjasama antara manajement dan kariawan.
.3.    Peraturan disampaikan kpd karyawan mengenai hal-hal yang tidak boleh dilakukan berkenaan dengan hal-hal seperti produktifitas, kerjasama antar group dalam perusahaan

Menempatkan kepentingan pekerjaan diatas menempatkan kepentingan indvidu. Kepentingan pekerjaan identitas korporasi profesional meletakan diri kepada perusahaan dan harapan mengejar tujuan-tujuan dan harapan diri setiap harapan perusahaan.pengendalian ketat tanpa kendali patuh kpd aturan dan sistem serta prosedur yang bekerja dengan fleksibelitas dan beradaptasi sesuai ditentukan secara jelas dengan kebutuhan dan situasi perilaku konversional pragmatis menempatkan keahlian-keahlian dan standard menempatkan permintaan dan harapan dari organisasi sbg hal utama.

Kamis, 06 Desember 2012

ILMU BUDAYA DASAR (7)


Pengaruh strategi dan budaya perusahaan terhadap kinerja

Setiap perusahaan mempunyai budayauntuk menjalankan perusahaannya. Budaya yang mendukung strategi akan berpengaruh terhadap implementasi strategi. Dalam penelitian ini akan diuji secara empiris pengaruh strategi dan budaya perusahaan terhadap kinerja manager melalui good corporate governance.
Dari hasil analisis diperoleh bahwa budaya perusahaan mempengaruhi good corporate governance melalui variabel strategi walaupun tidak signifikan. Variabel budaya perusahaan dan strategi secara langsung tidak berpengaruh terhadap variabel kinerja. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa variabel budaya perusahaan dan variabel strategi mempunyai pengaruh terhadap kinerja manager. Dengan kata lain variabel good corporate governance dalam penelitian tidak bertindak sbg variabel intervening (perantara).